Strategi Mencapai Kesuksesan untuk Bisnis Keluarga Selama COVID-19

by | Apr 27, 2022

Setiap bisnis tentu ingin mempertahankan eksistensinya dalam jangka panjang dan berkembang. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah menghambat perekonomian di Indonesia sejak hampir dua tahun yang lalu. Pada tahun 2020, sebagian besar industri di Indonesia mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Selain itu, Indonesia juga diproyeksikan akan mengalami proses pemulihan ekonomi paling lambat dibandingkan negara Asia berkembang lainnya. Dalam hal ini, bisnis keluarga di Indonesia pun ikut terdampak.

Daya Qarsa menemukan bahwa hanya sedikit bisnis keluarga Indonesia yang mampu bertahan hingga generasi berikutnya. Data menunjukkan bahwa hanya 13% bisnis keluarga yang bertahan hingga generasi ketiga dan 70% bisnis keluarga di Indonesia tidak mampu bertahan hingga generasi kedua. Padahal bisnis keluarga memiliki peran penting dalam menopang perekonomian di negara ini. Hal tersebut dikarenakan bisnis keluarga masih menghadapi tantangan seperti kurangnya akses keterampilan dan kapabilitas yang tepat. Bisnis keluarga membutuhkan inovasi untuk dapat terus bersaing, serta lingkungan ekonomi yang kondusif dan kompetitif.

Berdasarkan survei yang dilakukan Daya Qarsa, ancaman bagi eksistensi bisnis keluarga dapat muncul dari faktor eksternal maupun internal.

Bagaimana cara membangun kesuksesan bisnis keluarga?
Untuk dapat mempertahankan bisnis keluarga khususnya selama COVID-19, bisnis keluarga perlu memperhatikan lima aspek krusial yang terdapat dalam Family Business Diamond Model.

  • Trust and Values

Trust merupakan elemen tersembunyi yang krusial dalam dinamika bisnis keluarga.Faktanya, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Watson Wyatt pada tahun 2002, ditemukan bahwa perusahaan yang memiliki trust tinggi melampaui perusahaan yang memiliki trust rendah sebesar 286% dalam return kepada para pemilik saham.Mengutip dari The FBCG, terdapat lima komponen yang harus diperhatikan untuk memelihara trust yaitu kompeten, loyalitas, integritas, konsistensi, dan keterbukaan. Berbeda dengan trust, values bisa dibilang sebagai identitas unik yang dimiliki oleh setiap keluarga dan merupakan upaya keluarga untuk mengungkapkan diri mereka. Values dapat bertindak sebagai guiding star – penuntun ketika krisis melanda.

Trust dan values saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain dan merupakan aspek inti dalam Family Business Diamond Model. Keduanya merupakan jiwa dari bisnis keluarga yang kemudian akan membangun budaya perusahaan. Kombinasi aspek-aspek ini nantinya akan berpengaruh pada business plans, policy, dan juga family agreements. Budaya perusahaan merupakan elemen yang penting dalam bisnis keluarga karena bisa membantu memperkuat atau justru menjatuhkan strategi bisnis yang disusun. Terdapat lima hal yang bisa dilakukan oleh bisnis keluarga untuk memastikan trust dan values berjalan dengan selaras yaitu mengidentifikasi shared values, memformulasikan values ke dalam bentuk tertulis, melakukan komunikasi yang efektif, mempercayai karyawan dengan berbagi informasi secara transparan, serta menempatkan orang yang tepat dalam posisi yang tepat juga.

  • Manajemen Keuangan

Pandemi COVID-19 berdampak bagi pemasukan bisnis keluarga sehingga mengatur keuangan menjadi sangat penting. Terdapat tiga langkah awal yang dapat dilakukan untuk membenahi kondisi finansial di tengah masa pandemi yaitu

a. Managing cash flow

Mengatur arus kas dapat dilakukan dengan mengimplementasikan tiga aspek yang terdiri dari cost efficiency yang dilakukan dengan cara streamlining variable cost, yaitu pengurangan jumlah karyawan, pengurangan biaya utilasi, pengurangan biaya transportasi dan lainnya yang dilakukan agar perusahaan tidak kekurangan dana. Aspek kedua adalah restrukturisasi pinjaman. Pengembalian dana ke bank bisa jadi sulit karena pendapatan yang berkurang sehingga untuk mengatasi masalah itu, perusahaan dapat meminta relaksasi kredit kepada pihak bank. Aspek yang ketiga adalah likuidasi dimana perusahaan dapat melakukan assessment terhadap aset-aset yang dimiliki dan setelah itu dapat melakukan likuidasi terhadap current asset dan mengelola investasi modal.

b. Mencari solusi pasokan dari segi business model, target segmentasi pasar,dan mengembangkan pemasaran

Dalam hal ini, yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah beradaptasi dan berinovasi menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Perusahaan bisa pivoting business model sehingga perusahaan dapat mencari revenue baru. Perusahaan juga dapat membuat target untuk segmentasipasar yang baru, misalnya dengan membuat produk atau layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan di tengah pandemi. Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan channel advertising yang baru seperti dengan memanfaatkan media sosial dan endorser.

c. Melakukan pengelolaan keuangan keluarga atau wealth management

Bisnis keluarga merupakan wadah yang dipakai untuk mengelola kebutuhan keuangan keluarga. Agar keuangan keluarga bisa terkelola dengan baik, bisnis keluarga dapat melakukan dua hal, yaitu manajemenaset dan investasi serta melakukan perencanaan keuangan. Dalam manajemen aset dan investasi, hal yang harus dilakukan adalah menganalisis, mengelola, dan mengembangkan aset dan portofolio daninvestasi di masa pandemi sedangkan perencanaan keuangan dilakukan dengan memetakan kebutuhan kelanjutan pengelolaan baik untuk bisnismaupun setiap anggota keluarga.

  • Tata Kelola

Mendefinisikan posisi dan peran setiap individu dalam bisnis keluarga merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena biasanya bisnis keluarga identik dengan banyaknya peran yang dimiliki oleh setiap individu dalam pengelolaan bisnis. Sehubungan dengan kompleksitas bisnis keluarga, dibutuhkan sistem yang dilakukan untuk menentukan arah dan kontrol perusahaan dan mengatur hubungan antar seluruh staf dalam perusahaan. Inisiatif yang bisa dilakukan untuk menciptakan harmoni di tengah kompleksitas adalah dengan cara mengedepankan transparansi, adanya mekanisme komunikasi formal, adanya delegation of authority, restrukturisasi organisasi, manajemen konflik yang baik, dan adanya peraturan khusus yang dibuat untuk bisnis keluarga.

  • Manajemen Manusia

Pandemi COVID-19 mempengaruhi segala sektor kehidupan, termasuk dalam hal praktik-praktik SDM – training and development, coaching and mentoring, employee engagement, performance engagement, talent management, dan safety and health management – yang tidak dapat dilakukan secara maksimal karena adanya kebijakan work from home dan social distancing. Maka dari itu, diperlukan pendefinisian ulang terhadap pengelolaan manusia di dalam bisnis untuk mengetahui fokus dan tujuan baru. Pendefinisian ulang ini dapat dilakukan dengan memperhatikan tiga fokus utama yaitu,

a. HR Pandemic Policy

Peraturan yang jelas, fleksibel, dan dapat diimplementasikan menjadi halpenting yang harus diutamakan agar dapat membantu mengurangi stress, meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri, dan meningkatkan retention karyawan.

b. HR Practices

Setelah memiliki peraturan pandemi yang jelas, peraturan ini dapat diimplementasikan ke dalam praktik-praktik HR yang dapat menyentuh aspek personal. Aktivitas dalam enam praktik HR yang ada harus memberikan fokus kepada kondisi mental karyawan serta mempertahankan motivasi, engagement, dan kepuasan karyawan.

c. Leadership

Peraturan dan praktik HR yang sudah dibuat, sebaiknya diawasi oleh seorang pemimpin yang mampu memimpin perubahan di tengah masa sulit ini. Karakter pemimpin yang sebaiknya dimiliki selama masa krisis iniadalah pemimpin yang tenang, percaya diri, memiliki visi dan misi yang jelas, memiliki kepedulian terhadap karyawannya, dan juga konsisten.

  • Infrastruktur Pendukung

Penerapan kebijakan work from home dan pandemi COVID-19 membuat bisnis keluarga perlu menyiapkan infrastruktur sesuai dengan keadaan yang sedang berlangsung sehingga kegiatan bisnis keluarga dapat terus berjalan.

a. Infrastruktur digital dan COVID-19.

Kedua hal ini perlu dipersiapkan bisnis keluarga agar kegiatan operasional internal perusahaan dapat terus berjalan dengan baik. Infrastruktur digital yang perlu disiapkan oleh bisnis keluarga adalah menyiapkan software, hardware, dan network yang baik serta menciptakan sistem yang adaptif terhadap keadaan pandemi ini. Selain infrastruktur digital, infrastruktur COVID juga penting untuk disiapkan untuk memonitor kesehatan karyawan terutama bagi karyawan yang perlu melakukan kontak fisik.

b. Infrastruktur digital untuk interaksi dengan konsumen.

Sehubungan dengan mobilitas masyarakat yang terbatas selama masa pandemi, konsumen juga beradaptasi dan merubah kebiasaannya menjadi konsumen digital. Menurut data yang ditemukan oleh Daya Qarsa, setidaknya ada peningkatan lebih dari 20 juta konsumen yang beralih ke digital selama tahun 2020 sampai 2021. Hal ini membuat bisnis keluarga juga perlu menyiapkan infrastruktur digital mulai dari layanan digital, menggunakan teknologi Internet of Things, sampai layanan pembayaran digital agar dapat berinteraksi dengan konsumennya.

Sebagai konsultan transformasi yang menawarkan layanan mulai dari formulasi strategi sampai implementasi bisnis digital, Daya Qarsa membantu bisnis keluarga di tiga (3) area utama untuk mempertahankan eksistensi serta mencapai kesuksesan bisnisnya. Area pertama adalah Expand the Business. Kedua, Strategy Advisor. Ketiga, Internal Process.

Ikuti artikel selanjutnya untuk mengetahui bagaimana Daya Qarsa menerapkan strategi Family Business Model pada sebuah bisnis keluarga ya!

Related Article

Share via
Copy link
Powered by Social Snap